smkmuhammadiyah9paciranmenerbitkan Sejarah Kelas XII BS press pada 2021-08-15. Bacalah versi online Sejarah Kelas XII BS press tersebut. Download semua halaman 1-50.

Pengertian Gerakan Non Blok – Apakah Grameds tahu apa itu gerakan non blok? Jadi, pengertian gerakan non blok ini adalah sebuah organisasi internasional yang terdiri dari 100 negara yang tidak menganggap negaranya beraliansi dengan ataupun terhadap blok kekuatan besar apapun. Tujuan dari adanya organisasi gerakan non blok ini pastinya sebagai salah satu cara untuk mengurangi ketegangan antara dua blok yang terlibat dalam sebuah perselisihan. Selain itu, organisasi ini juga bertujuan untuk menyatukan negara-negara yang tidak ingin membentuk sebuah aliansi dengan negara-negara yang berpartisipasi dalam Perang Dingin. Lalu apa sebenarnya pengertian gerakan non blok? Untuk lebih lengkapnya, yuk simak penjelasan di bawah ini mengenai pengertian gerakan non blok dan sejarah singkatnya. Pengertian Gerakan Non BlokSejarah Gerakan Non BlokTujuan dari Gerakan Non BlokPelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Non Blok1. Konferensi Ke I2. Konferensi Ke II3. Konferensi Ke III4. Konferensi Ke IV5. Konferensi Ke V6. Konferensi Ke VI7. Konferensi Ke VIIKategori Ilmu EkonomiMateri Terkait Gerakan non blok atau yang biasa disingkat GNB atau Non Aligned Movement NAM merupakan sebuah gerakan yang dipelopori oleh negara-negara dunia ketiga yang mempunyai anggota lebih dari 100 negara dan berupaya untuk menjalankan kebijakan luar negerinya dengan cara tidak memihak siapapun atau tidak menganggap negaranya sendiri mempunyai aliansi dengan Blok Barat ataupun Blok Timur. GNB ini didirikan pada tanggal 1 September 1961 yang mana dipelopori oleh beberapa tokoh, diantaranya yaitu Soekarno dari Indonesia, Jawaharlal Nehru dari India, Gamal Abdul Nasser dari Mesir, Kwame Nkrumah dari Ghana, dan juga Joseph Broz Tito dari Yugoslavia. Negara Blok Barat dengan jumlah yang lebih banyak yakni delapan negara yang terdiri dari Inggris, Amerika Serikat, Belgia, Perancis, Kanada, Belanda, Luxemburg, dan Norwegia. Sementara untuk Blok Timur hanya terdiri dari empat negara saja, yakni Jerman Timur, Cekoslovakia, Rumania, dan juga Uni Soviet. Untuk bisa mempertahankan kedudukan tiap blok, Blok Barat akhirnya membentuk North Atlantic Treaty Organization atau NATO. Sementara untuk Blok Timur membentuk Pakta Warsawa. Selain itu, kedua blok tersebut terus mencari sekutu untuk menambah pertahanannya di Asia, Afrika, dan juga Amerika. Walaupun saat ini kedua blok sudah tidak lagi berperang, namun perbedaan antara kedua blok tersebut terus menjadi bahan permasalahan dalam kehidupan internasional. Oleh sebab itu, dalam menanggapi keadaan yang sewaktu-waktu bisa memanas, negara yang baru mendapatkan kemerdekaan di wilayah Asia Afrika juga akhirnya melakukan diskusi melalui Konferensi Asia Afrika atau KAA yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat. Menurut situs Kemlu RI, Konferensi Asia Afrika ini mempunyai hubungan yang cukup erat dengan GNB. Pada pertemuan negara anggota KAA di Indonesia pada 1955, lalu setelah itu lahirlah kesepakatan yang bernama Dasasila Bandung. Dalam kesepakatan tersebut, berisi tentang prinsip penyelenggaraan kerja sama internasional. Setelah itu, tepat pada tanggal 1 hingga tanggal 6 September 1961, telah dilaksanakan kembali Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT I yang dilaksanakan di Boegorg, Yugoslavia. Konferensi tersebut dihadiri oleh kurang lebih 25 negara termasuk juga Indonesia. Melalui konferensi tersebut, kemudian lahir sebuah organisasi negara yang netral atau GNB. Oleh sebab itu, GNB akhirnya ditetapkan secara resmi pada tanggal 1 September 1961. Beberapa negara yang ada di dalam GNB dan ikut serta menghadiri KTT I diantaranya yaitu Aljazair, Afghanistan, Arab Saudi, Sri Lanka, Burma, Kongo, Kamboja, Kuba, Ethiopia, Cyprus, Ghansa, India, Guinea, Indonesia, Lebanon, Irak, Maroko, Mali, Sudan, Somalia, Tunisia, RPA, Yugoslavia, Yaman dan Nepal. Di dalam Konferensi Tingkat Tinggi I tersebut, negara pendiri GNB sepakat untuk mendirikan gerakan, bukan sebuah organisasi untuk menghindari diri dari segala implikasi birokrasi dalam membangun sebuah upaya kerja di antara tiap negara GNB. Kemudian KTT I menegaskan bahwa GNB tidak akan diarahkan pada peran yang pasif dalam politik internasional. Namun untuk memformulasikan posisi negara sendiri dengan cara yang independen yang bisa merefleksikan semua kepentingan negara anggota. GNB berhasil menempati posisi khusus dalam politik luar negeri di Indonesia. Hal itu disebabkan karena sejak awal mula terbentuknya GNB, Indonesia mempunyai peran yang sentral, KAA pun menjadi salah satu bukti peran dan juga kontribusi Indonesia dalam mempelopori berdirinya Gerakan Non Blok tersebut. Secara khusus, Presiden Soekarno juga diakui sebagai salah satu tokoh penggagas dan juga pendiri dari organisasi GNB. Indonesia menilai bahwa GNB ini mempunyai peran yang penting. Karena prinsip dan juga tujuan GNB adalah untuk melakukan refleksi dari perjuangan dan juga tujuan bangsa Indonesia, seperti yang tertuang di dalam UUD 1945. Sejarah Gerakan Non Blok Kata “Non Blok” ini pertama kali diperkenalkan oleh Perdana Menteri India yakni Jawaharlal Nehru dalam pidatonya pada tahun 1954 di Colombo, Sri Lanka. Di dalam pidato tersebut, Nehru menjelaskan mengenai lima pilar yang bisa digunakan sebagai pedoman untuk membentuk relasi Sino-India yang disebut dengan Panchsheel atau lima pengendali. Prinsip tersebut kemudian digunakan sebagai basis dari Gerakan Non Blok. Isi dari lima prinsip tersebut diantaranya 1. Saling menghormati integritas teritorial dan kedaulatan. 2. Perjanjian non-agresi 3. Tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lain 4. Kesetaraan dan keuntungan bersama 5. Menjaga perdamaian Gerakan Non Blok ini berawal dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika yang diselenggarakan di Bandung, Indonesia pada tahun 1955. Di dalam konferensi tersebut, negara-negara yang berpihak pada blok tertentu akan mendeklarasikan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi ideologi Barat atau Timur. Pendiri dari gerakan ini yaitu lima pemimpin dunia, antara lain Josip Broz Tito presiden Yugoslavia, Soekarno presiden Indonesia, Gamal Abdul Nasser presiden Mesir, Pandit Jawaharlal Nehru perdana menteri India, dan Kwame Nkrumah dari Ghana. Gerakan yang satu ini sempat kehilangan kredibilitasnya di akhir tahun 1960 an saat anggotanya mulai terpecah dan bergabung dengan Blok lain, termasuk juga Blok Timur. Setelah itu, muncullah pertanyaan mengenai bagaimana sebuah negara yang bersekutu dengan Uni Soviet seperti Kuba dapat mengklaim dirinya sebagai negara nonblok. Gerakan tersebut kemudian mulai terpecah sepenuhnya pada masa invasi Soviet terhadap Afghanistan pada tahun 1979. Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN merupakan puncak pertemuan antara pemimpin negara-negara anggota ASEAN dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi dan budaya diantara negara-negara Asia Tenggara. Untuk bisa mencapai tujuan ASEAN yang sudah dirumuskan, maka perlu untuk melakukan bisnis dan juga kegiatan. Dalam pelaksanaan 11 komite sudah dibentuk, misalnya saja bahan makanan dan komite pertanian, keuangan, pariwisata, dan juga media massa. Komite ini memiliki tujuan untuk meningkatkan bentuk kerja sama antara enam negara anggota. Selain itu, juga membentuk komite-komite dari Komite Ad Hoc atau Working Panitia. Komite tersebut antara lain, Pansus yang memiliki tugas untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan ECC. Kemudian juga panitia bertugas meningkatkan kerja sama antara ASEAN dan Australia, Selandia Bari, Kanada, dan negara yang lainnya. Tujuan dari Gerakan Non Blok Tujuan utama dari adanya gerakan non blok atau GNB ini adalah untuk mendukung hak untuk bisa menentukan nasib sendiri, kedaulatan, kemerdekaan nasional, dan juga integritas nasional dari negara-negara anggota. Selain itu, tujuan utama dari GNB ini adalah sebagai berikut 1. Menentang adanya apartheid. 2. Tidak memihak pakta militer multilateral. 3. Berjuang untuk menentang semua bentuk dan manifestasi para imperialisme. 4. Memperjuangkan dan menentang kolonialisme, pendudukan, rasisme, neo-kolonialisme, dan dominasi dari asing. 5. Pelucutan senjata. 6. Tidak akan mencampuri urusan dalam negeri dari negara lain dan hidup berdampingan dengan damai. 7. Menolak menggunakan atau mengancam kekuatan dalam hubungan internasional. 8. Membangun ekonomi sosial dan restrukturisasi sistem perekonomian secara internasional. 9. Melakukan kerja sama internasional sesuai dengan persamaan hak. 10. Mengembangkan solidaritas antar negara berkembang untuk mencapai kemakmuran, kebersamaan, dan kemerdekaan. 11. Meredakan ketegangan dunia, karena munculnya perseteruan antara dua blok yakni Blok Barat dan Blok Timur. Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Non Blok Konferensi Tingkat Tinggi Non Blok merupakan konferensi tingkat tinggi yang dilaksanakan oleh negara-negara yang menganut prinsip politik tidak terikat oleh salah satu blok. 1. Konferensi Ke I Pertemuan pertama dilakukan pada tahun 1961 di Beograd untuk memicu prinsip politik bersama-sama. Arti dari politik tersebut berbunyi “politik berdasarkan hidup berdampingan secara damai, bebas blok, bukan anggota aliansi militer dan impian aspirasi menghilangkan kolonialisme dalam semua bentuk dan manifestasinya”. Konferensi pertama Non-blok yang dilakukan pada bulan September tahun 1961 di Beograd dinilai sebagai kelanjutan dari Konferensi Asia Afrika di Bandung. Sebanyak 25 negara ikut ambil bagian, 8 dari Asia, 9 dari Afrika, 1 dari Eropa Yugoslavia, kemudian salah satu dari Amerika Latin Kuba dan 6 dari Arab. Konferensi tersebut merupakan kekuatan pendorong dari Presiden Tito yang bergeser ke Dunia Ketiga karena mereka ingin melarikan diri dari blok isolasi kedua. Threesome dengan Nehru dan juga Nasser, Tito memainkan pertemuan kelompok vokal. Dimana konferensi tersebut membahas mengenai diskriminasi rasial, bantuan untuk kemajuan, dan juga pengembangan dan pelucutan senjata. 2. Konferensi Ke II Konferensi yang kedua dilakukan pada bulan Oktober tahun 1964 di Kairo. Dimana dalam konferensi tersebut diikuti oleh utusan 48 negara dan 10 negara status pengamat resmi, yang mana sebagian besar adalah Amerika Latin. Di kedua konferensi sudah terlihat konflik antara pimpinan moderat kelompok negara Nehru dan juga pemimpin kelompok radikal Soekarno serta Kwame Nkrumah. 3. Konferensi Ke III Pada September tahun 1970, Konferensi yang ketiga diadakan di Lusaka, Ibukota Zambia. Jumlah peserta yang hadir pada saat itu meningkat menjadi 54 negara, 9 negara mengirimkan pengamat. Tema utama dari Konferensi yang satu ini, yang dipimpin oleh Presiden Zambia, Kenneth Kaunda adalah mengenai sengketa rezim minoritas kulit putih rasis yang ada di Afrika Selatan. Prinsip non blok dinyatakan tidak mengurangi kekuatannya seperti yang sudah dirumuskan di Kairo dan juga Beograd. 4. Konferensi Ke IV Konferensi tingkat tinggi keempat berlangsung pada bulan September 1973 dan diikuti oleh 75 negara di Aljazair. Dimana pada saat itu, Pangeran Sihanouk yang berasal dari Kamboja mewakili pemerintah kerajaan. Para pengamat yang terdiri dari gerakan kemerdekaan organisasi dan pembebasan Afrika Selatan dan juga Amerika Latin. Adapun tema utama yang disampaikan pada konferensi yang dipimpin oleh Presiden Boumediene Aljazair mengenai masalah negara-negara miskin. Dalam penutupannya, hak resolusi dirumuskan menasionalisasi perusahaan asing. 5. Konferensi Ke V Konferensi kelima dilaksanakan pada Agustus 1976 di Colombo, Ibukota Sri Lanka. Dalam konferensi ini, selain diperkuat dari negara-negara non blok yang merugikan tatanan ekonomi dunia yang tidak adil dan dapat mengancam perdamaian dunia, juga dirumuskan bersama untuk melawan negara non blok di bidang perdagangan. industri, media teknologi informasi, yang mana termasuk cara memperkuat negara-negara non-blok. Dari konferensi tersebut, mereka berhasil merumuskan program aksi bersama yang disebut dengan deklarasi perjuangan. 6. Konferensi Ke VI Konferensi keenam dilaksanakan pada September 1979 di Havana, Ibukota Kuba. Untuk jumlah peserta yang mengikuti konferensi tersebut adalah 94 negara, 20 pengamat, dan 18 organisasi dan juga negara-negara dengan status tamu. Walaupun suasana diliputi oleh konflik antara moderat dan radikal, namun konferensi berhasil merumuskan resolusi untuk memperkuat prinsip-prinsip non blok yang dirumuskan dalam sebuah deklarasi politik. Tak hanya itu saja, deklarasi ekonomi yang memperkuat sikap non blok terhadap apa yang mereka klaim sebagai yang merugikan dominasi kekayaan ekonomi asing negara-negara berkembang juga berhasil dirumuskan. 7. Konferensi Ke VII Keanggotaan Kamboja tidak berhasil diselesaikan. Sehingga, baik pemerintah Heng Samrin dan juga Pol Pot rezim hanya menjadi status pengamat, Non-blok Summit, yang seharusnya dilaksanakan pada September 1982 di Baghdad, Ibukota Irak dibatalkan karena adanya perang antara Irak dan Iran yang belum berhasil diselesaikan. Lalu, Delhi Ibukota India menjadi pengganti tempat untuk konferensi non blok yang ketujuh ini. Demikian penjelasan mengenai pengertian gerakan non blok, sejarah, dan juga tujuan dari adanya gerakan non blok. Semoga bermanfaat. Kategori Ilmu Ekonomi Buku Ekonomi Buku Soekarno Buku Sosiologi Buku Geografi Buku Ideologi Pancasila Buku Sejarah Indonesia Materi Terkait Pengertian Sejarah Daftar Pahlawan Revolusi Daftar Pahlawan Nasional Indonesia Organisasi Pergerakan Nasional Sejarah Proklamasi Kemerdekaan RI Sejarah Teks Proklamasi Sejarah Pertempuran Surabaya Sejarah Sumpah Pemuda Tujuan PPKI dibentuk Hasil Sidang PPKI Pertama Proses Penyusunan Teks Proklamasi ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Soekarnoadalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya. Jepang sempat tidak memerhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr.

- Gerakan Non-Blok adalah gerakan yang lahir di era Perang Dingin, tepatnya pada 1961. Negara-negara berkembang bekas jajahan Barat yang baru merdeka, tergabung di dalamnya karena tak ingin memihak Amerika Serikat maupun Uni Soviet. Tak hanya menjadi anggota, Indonesia juga adalah salah satu negara penggagas Gerakan kamu apa saja peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok? Berikut peran Indonesia seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Baca juga Latar Belakang Terbentuknya Gerakan Non-Blok Indonesia ikut menggagas Gerakan Non-Blok Sebelum terbentuk pada 1961, Gerakan Non-Blok dan gagasan-gagasannya telah lahir lima tahun sebelumnya, tepatnya pada itu, Presiden Soekarno mengundang para pemimpin negara-negara yang baru merdeka di Asia dan Afrika ke Bandung. Pertemuan itu dikenal sebagai Konferensi Asia Afrika KAA. KAA menghasilkan Dasasila Bandung yang menjadi cikal bakal Gerakan Non-Blok. Setelah bertemu dan membahas masalah yang dialami, negara-negara yang baru merdeka ini bersepakat membentuk Gerakan Non-Blok. Baca juga Konferensi Asia-Afrika, Saat Bandung Membuat Takjub Dunia... Para pemimpin negara yang merintis GNB pada 1961 yakni Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, PM India Jawaharlal Nehru, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, PM sekaligus Presiden Ghana Kwame Nkrumah, dan Presiden Indonesia Soekarno. Bagi Soekarno, Gerakan Non-Blok sesuai dengan Politik Bebas Aktif, kebijakan luar negeri yang diterapkan Indonesia.

Memahamipentingnya studi Gramsci mengenai Hegemoni—Negara dan Hegemoni menurut Gramsci—Akan Selalu Ada Hegemoni. dan dengan itu mendirikan asas untuk negara Indonesia pada saat ini. Gerakan Nasionalisme Pada tahun 1908, Budi Utomo, gerakan nasionalis yang pertama, ditubuhkan, diikuti pada tahun 1912 oleh gerakan nasionalis besar BERITA LAINNYA - 04 March 2022 Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok Perang Dunia II yang berakhir pada tahun 1945 membentuk dua blok yang saling berlawanan, yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat berideologi liberalis kapitalis, sedangkan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet berideologi sosialis komunis. Keduanya bekerja sama dalam mengalahkan blok poros Jerman, Jepang, dan Italia selama Perang Dunia II, tetapi perbedaan ideologi yang dipegang kedua negara tersebut memicu munculnya konflik yang dikenal sebagai Perang Dingin Cold War. Setiap blok berusaha memaksimalkan kekuatannya dengan mengajak negara-negara yang baru merdeka untuk menjadi sekutu. Meski demikian, beberapa negara memilih untuk tidak memihak ke blok mana pun. Keputusan netral ini lah yang menjadi latar belakang lahirnya Gerakan Non-Blok dengan Indonesia sebagai salah satu negara pelopornya. Gerakan Non-Blok atau yang disingkat GNB lahir setelah pelaksanaan Konferensi Asia Afrika KAA pada tahun 1955. KAA yang berlangsung di Bandung, Indonesia itu dihadiri oleh 29 pemimpin negara berkembang di Asia dan Afrika. Dalam perkembangannya, terdapat lebih dari 120 negara yang bergabung dalam GNB. Jumlah ini setara dengan hampir 2/3 negara anggota PBB. Penggunaan istilah “Non-Blok” sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru ketika berpidato di Colombo, Sri Lanka pada tahun 1954. Dalam pidatonya, Beliau mengungkapkan lima prinsip yang menjadi pondasi hubungan kerja sama Sino-India. Lima prinsip dengan nama lain Panchsheel ini lah yang berikutnya dipakai sebagai landasan berdirinya GNB. Adapun Panchsheel yang berarti lima pengendali terdiri atas Saling menghormati integritas teritorial dan Perjanjian non Tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara Kesetaraan dan keuntungan Berpartisipasi aktif dalam menjaga GNB tentunya tidak akan berdiri apabila tidak ada tujuan dan hakikatnya. GNB memiliki tujuan agar negara anggotanya dapat memperjuangkan kedaulatan, integritas, nasib, dan kemerdekaannya tanpa campur tangan negara lain. Para anggota juga sepakat untuk menolak segala bentuk imperialisme, kolonisme, neokolonialisme, apartheid, zionisme, dan rasialisme serta tidak berpihak kepada pakta militer blok mana pun. Selain bidang militer, GNB juga berusaha untuk menjalin kerja sama dengan dasar persamaan hak. Tujuan GNB tertuang dalam Pesan Jakarta yang secara rinci dijelaskan di bawah. Sebagai sebuah organisasi yang tidak berwujud lembaga, GNB tidak memiliki pengurus tetap seperti PBB. Jabatan pengurus tepatnya pemimpin dalam GNB hanya dipegang oleh seorang kepala negara yang menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi GNB KTT GNB dimana KTT tersebut diadakan setiap tiga tahun sekali. Untuk menjadi anggota GNB, sebuah negara hanya perlu memenuhi beberapa syarat, yaitu Menganut politik bebas dan berdasarkan hidup berdampingan secara Mendukung berbagai gerakan kemerdekaan Bukan anggota salah satu pakta militer yang dibentuk oleh Blok Barat dan Blok Lahirnya GNB tentu sangat selaras dengan tekad Indonesia untuk mewujudkan perdamaian dunia. Hal ini juga didukung oleh corak politik luar negeri Indonesia, yaitu bebas aktif. Berikut ini adalah peran Indonesia sejak pertama kali GNB berdiri 1. Salah satu negara pelopor berdirinya GNB GNB secara resmi berdiri ketika lima pemimpin negara yang tidak mau bergabung dengan blok mana pun menandatangani Deklarasi Beograd. Deklarasi Beograd adalah hasil Konferensi Tingkat Tinggi GNB KTT GNB ke-1 yang berlangsung pada tanggal 1-6 September 1961. Tokoh-tokoh kunci tersebut antara lain Presiden Indonesia → Ir. Soekarno Presiden Yugoslavia → Josip Brozz Tito terpilih sebagai pemimpin pertama GNB Presiden Mesir → Gamal Abdel Nasser Presiden Ghana → Kwame Nkrumah Perdana Menteri India → Pandit Jawaharlal Nehru 2. Memimpin GNB pada tahun 1992-1995 Presiden Soeharto sebagai presiden Indonesia saat itu terpilih menjadi pemimpin GNB. 3. Tuan Rumah KTT ke-10 GNB Sesuai dengan ketentuan, negara yang menjadi pemimpin GNB adalah negara tuan rumah pelaksanaan KTT. Oleh karena itu, KTT ke-10 GNB dilaksanakan di Jakarta, Indonesia pada 1-6 September 1992. KTT ke-10 GNB yang dihadiri oleh 106 negara berhasil membahas berbagai masalah dunia, antara lain GNB menyesalkan keputusan Amerika Serikat yang membantu Israel dalam melakukan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah milik GNB mendukung perjuangan Palestina GNB masih lemah dalam mengatasi perbedaan pendapat antara para anggota. Hal ini terlihat karena GNB gagal memasukkan masalah sanksi PBB kepada Irak dan KTT ke-10 GNB ditutup dengan lahirnya Pesan Jakarta atau Jakarta Message dengan pokok penting sebagai berikut GNB telah sukses membantu memperbaiki iklim politik internasional pada akhir Perang Dingin dengan mempertahankan “validitas dan relevansi” Non-Blok. Anggota GNB akan menjadikan gerakan sebagai sebuah komponen yang saling bergantung, yang konstruktif, melahirkan semangat, dan sungguh-sungguh dari arus hubungan GNB menyadari bahwa dunia masih menghadapi berbagai hambatan yang berbahaya untuk menyeleraskan banyak hal. Hambatan-hambatan tersebut seperti intoleransi antar agama, perselisihan antar etnis, bentuk baru rasisme, pencaplokan negara lain, chauvinisme nasionalisme yang dihayati secara sempit, agresi, dan konflik GNB akan membentuk kelompok khusus untuk memainkan peran penting dalam membangkitkan kembali reinstrukturisasi dan demokratisasi PBB. GNB mendesak kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB DK PBB agar membuang hak vekto Sebagai tambahan, keanggotan DK PBB harus didefinisikan kembali supaya mencerminkan perubahan setelah berakhirnya Perang Dingin Cold War. GNB menyerukan perang terhadap keadaan di bawah perkembangan, kemiskinan, dan Adapun cara yang dapat dilakukan adalah dengan menghancurkan beban utang luar negeri, rendahnya harga-harga komoditas, proteksionisme, serta meminimalisasi gangguan arus uang negara-negara berkategori miskin. GNB mendesak kerja sama yang praktis dan konkrit dalam produksi makanan, investasi, perdagangan, dan penduduk dalam rangka meningkatkan kerja sama Selatan-Selatan. Pernyataan “Persekutuan-persekutuan global yang baru dalam menyeimbangkan sumber keuangan untuk negara dengan kategori miskin dan alih teknologi lingkungan lebih ” GNB memberi dukungan yang pantang mundur bagi rakyat Palestina agar berupaya menentukan nasib sendiri dan mengakhiri diskriminasi rasial di Afrika GNB tidak mengizinkan negara mana pun memakai kekuataannya untuk memaksakan konnsep-konsep demokrasi dan hak-hak asasi manusia yang mereka anut kepada negara lain atau menjadikannya syarat pemberian sebuah bantuan. GNB berjanji untuk memegang teguh komitmen dalam rangka mewujudkan dunia yang bebas Anggota GNB menyatakan keprihatian yang mendalam atas pemakaian dana dalam jumlah yang besar untuk persenjataan. GNB berpendapat dana tersebut lebih baik digunakan untuk pembangunan. Melalui rincian di atas, dapat disimpulkan bahwa Pesan Jakarta membahas topik mengenai kerja sama antar negara, penuntutan agar diskriminasi rasial di Afrika Selatan diakhiri, pemberian dukungan kepada Palestina, serta penolakan penggunaan senjata nuklir. 4. Berusaha memecahkan masalah dunia berlandaskan prinsip keadilan Indonesia berupaya memperjuangkan hak asasi manusia dan tata kelola ekonomi dunia berlandaskan prinsip keadilan. Indonesia juga berusaha membantu memecahkan masalah dunia agar terlaksananya perdamaian dunia. Salah satu contoh nyata keikutsertaan Indonesia adalah dalam détente pada tahun 1991 di bekas wilayah Yugoslavia. Pusat GNB terletak di Ibu Kota Indonesia, Jakarta, sedangkan kantor koordinasinya berada di New York. Dilansir dari beberapa situs web berita, KTT GNB terakhir kali dilaksanakan pada 4 Mei 2020 dengan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev sebagai pemimpin GNB. KTT GNB yang dilaksanakan secara virtual ini bertepatan dengan perayaan 59 tahun berdirinya GNB. Dalam keterangan yang disampaikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa musuh bersama anggota GNB sekarang adalah Covid- 19. Presiden Jokowi mengajak semua kepala negara dan kepala pemerintah yang hadir agar memperkuat solidaritas politik kemudian mewujudkannya menjadi kerja sama yang konkrit. Presiden Jokowi yakin bahwa semua negara dapat melawan pandemi Covid-19 yang sedang melanda apabila mau bersatu. Hadir pula Menteri Kesehatan dan Menteri Luar Negeri Indonesia bersama Presiden Jokowi. Ivana Peirena N Sumber Diakses pada 23 Februari 2022. berkeadilan-obat-vaksin-corona. Diakses pada 2 Maret 2022. Diakses pada 23 Februari 2022. Diakses pada 23 Februari 2022. penanganan-covid-19-secara-virtual. Diakses pada 2 Maret 2022. SejarahIndonesia Buku Siswa Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018: Tahun: 2018: Keterangan: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejarah Indonesia/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018. viii, 272 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMA – Gerakan Non-Blok GNB didirikan pada tahun 1961, tepatnya tanggal 1 September. Pendirian Gerakan Non-Blok pada tahun 1961 dipelopori sejumlah tokoh, yakni Soekarno Indonesia, Gamal Abdul Nasser Mesir, Jawaharlal Nehru India, Kwame Nkrumah Ghana, dan Joseph Broz Tito Yugoslavia. Tokoh-tokoh pemimpin sejumlah negara Asia, Afrika, dan Eropa Timur yang baru saja meraih kemerdekaannya itu menginisiasi pembentukan Gerakan Non-Blok GNB untuk menyikapi situasi politik dunia pada era 1950-60an. Bagaimana sejarah, latar belakang hingga tujuan pendirian Gerakan Non-Blok? Jawabannya bisa dicermati dalam uraian di bawah ini. Latar Belakang Gerakan Non Blok Didirikan pada Tahun 1961 Latar belakang pendirian Gerakan Non-Blok tidak terlepas dari peta politik global setelah Perang Dunia Ii. Kala itu, dunia terbelah menjadi 2 blok utama Barat-Timur. Blok Barat merupakan aliansi politik pengusung ideologi Liberalisme-Demokrasi-Kapitalisme yang berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dan Inggris. Sebaliknya, Blok Timur menjadi aliansi negara-negara pendukung ideologi sosialis-komunis yang kala itu dipimpin Uni Soviet Rusia. Berdasarkan catatan Nansy Rahman dalam Modul Sejarah 202013 terbitan Kemdikbud, meskipun kekuatan dua blok itu mendominasi percaturan politik dunia, masih banyak negara-negara lain yang sebenarnya bersikap netral. Negara-negara itulah yang kemudian bergabung dalam Gerakan Non-Blok GNB. Sudah disebutkan bahwa dua blok lahir sebelum GNB didirikan. Blok Barat terdiri dari eight negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Belanda, Norwegia, Luxemburg, dan Kanada. Sedangkan Blok Timur, memiliki anggota sejumlah 4 negara, mulai dari Uni Soviet, Cekoslovakia, Jerman Timur, dan Rumania. Hubungan negara yang sudah tidak perang namun masih berbeda kubu ini menjadi masalah dalam kehidupan internasional. Menanggapi situasi ini, negara-negara yang baru mendapatkan kemerdekaan di kawasan Asia-Afrika pun melakukan diskusi, tepatnya melalui Konferensi Asia-Afrika KAA di daerah Bandung, Jawa Barat. Mengutip situs Kemlu RI, Konferensi Asia-Afrika memiliki hubungan erat dengan Gerakan Not-Blok. Di pertemuan negara-negara anggota KAA di Republic of indonesia pada 1955 lahir kesepakatan “Dasasila Bandung.” Di dalamnya, termuat prinsip penyelenggaraan kerja sama internasional. Berlanjut setelah itu, tepatnya pada i-6 September 1961, diadakan lagi Konferensi Tingkat Tinggi KTT I di Beogard, Yugoslavia. Bertepatan dengan konferensi yang dihadiri oleh 25 negara ini, termasuk Indonesia, lahir organisasi negara netral, yakni GNB. Oleh karena itu, GNB ditetapkan resmi berdiri pada ane September 1961. Infografik SC Peran Republic of indonesia dalam Gerakan Non Blok. Tujuan Gerakan Non Blok Setidaknya terdapat tiga kesepakatan yang melandasi tujuan Gerakan Not-Blok, yakni Dasasila Bandung, pidato Jawaharlal Nehru, dan Deklarasi Havana 1979. Berdasarkan ketiganya, tujuan GNB pada akhirnya dirumuskan. Secara ringkas, tujuan GNB adalah mengawasi kedaulatan negara-negara netral anggota GNB serta menentang seluruh kejahatan internasional. Bentuk-bentuk kejahatan internasional yang ditentang Gerakan Non-Blok adalah imperialisme, neo-kolonialisme, kolonialisme, apartheid, rasisme, agresi militer, dan dominasi satu kubu di politik dunia. Lalu, perang dingin yang terjadi saat itu antara dua kubu juga menjadi alasan GNB untuk memiliki tujuan sebagai blok yang dapat mengakhiri perang tersebut. Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok Republic of indonesia memiliki peran penting dalam pendirian Gerakan Non Blok maupun aktivitas organisasi tersebut. Mulai dari langkah Republic of indonesia sebagai negara yang baru merdeka dan ingin meredakan ketegangan dunia akibat perang dingin, hingga upaya memelihara perdamaian internasional. Berikut ini beberapa poin tentang peran Indonesia dalam Gerakan Not Blok. 1. Menjadi pelopor GNB Soekarno, selaku presiden pertama Republic of indonesia, bersama empat pemimpin dunia lainnya menjadi pelopor berdirinya Gerakan Non-Blok. Presiden Soekarno juga memelopori penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika yang punya peran penting dalam pendirian GNB. ii. Menjadi tuan rumah pertemuan Peran Republic of indonesia bisa dilihat dari pelaksanaan KAA yang dilaksanakan pada 1955 di Bandung, Jawa Barat. Kala itu, negara-negara yang tidak memihak dua blok yang ada akhirnya menyatakan keinginan untuk bersikap netral. Ada 29 kepala negara Asia-Afrika yang baru merderka hadir dalam forum KAA 1955. Republic of indonesia pun pernah menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Not-Blok GNB ke-Ten yang diadakan di Djakarta, pada tanggal i-6 September 1992. 3. Menjadi Pemimpin GNB Selain menjadi tuan rumah KTT GNB ke-x, pada tahun 1992, Presiden Indonesia kedua, Soeharto, juga ditunjuk menjadi Ketua Gerakan Not-Blok. 4. Memiliki prinsip yang sama dengan GNB Indonesia yang telah merdeka menentang keras kejahatan internasional, terlebih lagi jika dilakukan dengan cara kemiliteran. Perdamaian yang dijunjung serta politik luar negeri bebas aktif yang dianut Republic of indonesia ternyata sejalan dengan prinsip GNB. – Pendidikan Kontributor Yuda Prinada Penulis Yuda Prinada Editor Addi M Idhom TUGASBuatlah kelompok yang terdiri atas 2-3 orang. Kemudian buat peta konsep (mind mapping) mengenai bentuk-bentuk ancaman disintegrasi bangsa, yang terjadi dalam sejarah Indonesia pada 1948-1965. Sekarang mari kita bahas satu persatu konflik atau pergolakan yang terjadi di Indonesia pada 1948-1965, yang berhubungan dengan ketiga hal
Jakarta - Hai detikers, tahukah kamu jika Indonesia merupakan negara yang memiliki andil besar dalam perdamaian dunia? Yap, salah satu momentum penting yang membuat Indonesia harum namanya di dunia internasional adalah Gerakan Non-Blok atau itu Gerakan Non-Blok adalah suatu organisasi internasional yang terdiri lebih dari 100 negara-negara yang menganggap dirinya tidak beraliansi dengan kekuatan besar apapun. Dalam hal ini, Indonesia merupakan salah satu negara yang menginisiasi berdirinya organisasi ini bersama beberapa negara-negara organisasi Gerakan Non-Blok ini lahir pasca Perang Dunia ke-2 yang menghancurkan berbagai ekosistem dan sektor-sektor penting. Dalam konteks politik, Perang Dunia ke-2 ini membentuk fragmentasi dari negara-negara yang terasosiasi dalam dua tersebut dikenal dengan Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dengan paham liberalisme-demokrasi dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet dengan ideologi sosialisme-komunisme. Ada 8 negara yang ikut dalam Blok Barat, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belanda, Belgia, Luxemburg, Norwegia, dan lain sisi, Blok Timur juga memiliki beberapa negara masuk ke dalam sistem, yakni Uni Soviet, Cekoslovakia, Rumania, dan Jerman Timur. Kemudian, mengapa dua negara ini yang memimpin? Karena Amerika Serikat dan Uni Soviet merupakan negara pemenang di Perang Dunia ke-2 dan berambisi melebarkan pengaruhnya ke negara-negara lain di upaya melakukan hegemoni pengaruh yang masif kepada negara-negara lain di dunia, maka Blok Barat membentuk NATO North Atlantic Treaty Organization dan Blok Timur membentuk Pakta Warsawa. Tidak hanya sampai disitu, kedua blok ini masih tetap mencari sekutu untuk menambah pertahanannya di Asia, Afrika dan dasar ini, ada beberapa negara yang tidak ingin berpihak kepada Blok Barat dan Blok Timur atau netral. Akhirnya, negara-negara ini mendirikan Gerakan Non-Blok GNB yang memiliki sikap geopolitik yang putih, netral, dan tidak memihak kepada kedua blok Gerakan Non-Blok resmi ditetapkan pada saat Konferensi Tingkat Tinggi KTT I di Beograd, Yugoslavia pada 1-6 September Gerakan Non-BlokAda lima negara pendiri atau pemrakarsa Gerakan Non-Blok yang diwakili oleh para pemimpin negara, yaituPresiden Sukarno IndonesiaPresiden Gamal Abdul Nasser Republik Persatuan Arab-MesirPM Pandit Jawaharlal Nehru IndiaPresiden Joseph Broz Tito YugoslaviaPresiden Kwame Nkrumah GhanaNegara yang menjadi inisiator ini juga menerapkan prinsip fundamental dalam organisasi Gerakan Non-Blok, yaituSaling menghormati integritas teritorial dan kedaulatanPerjanjian non-agresiTidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lainKesetaraan dan keuntungan bersamaMenjaga perdamaianPeran Indonesia dalam Gerakan Non-BlokDikutip dari Modul Pembelajaran SMA Sejarah Indonesia Kelas XII 2020 yang disusun oleh Irma Samrotul Fuadah, Indonesia memiliki peran yang besar dalam Gerakan Non-Blok, yakniSebagai salah satu negara inisiator Konferensi Asia Afrika KAA yang merupakan cikal bakal digagasnya Gerakan Non-BlokSebagai salah satu negara pengundang dalam Konferensi Tingkat Tinggi KTT Gerakan Non-Blok yang pertama. Hal ini terjadi, karena Indonesia merupakan salah satu pendiri dan berperan besar dalam mengundang mengajak negara lain untuk bergabung dalamMenjadi ketua dan penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok yang ke X yang berlangsung pada 1-7 September 1992 di Jakarta dan berperan dalam dibukanya kembali dialog utara-selatan, yaitu dialog yang memperkuat hubungan antara negara berkembang selatan terhadap negara maju utaraTujuan GNB atau Gerakan Non BlokDikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri, tujuan utama GNB awalnya pada upaya dukungan bagi hak menentukan nasib sendiri, kemerdekaan nasional, kedaulatan, dan integritas nasional negara-negara itu, terdapat juga tujuan GNB adalahPenentangan terhadap aparteid;Tidak memihak pada pakta militer multilateral;Perjuangan menentang segala bentuk dan manifestasi imperialisme;Perjuangan menentang kolonialisme, neo-kolonialisme, rasisme, pendudukan, dan dominasi asing; perlucutan senjata;Tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan hidup berdampingan secara damai;Penolakan terhadap penggunaan atau ancaman kekuatan dalam hubungan internasional; Pembangunan ekonomi-sosial dan restrukturisasi sistem perekonomian internasional;Kerja sama internasional berdasarkan persamaan itu merupakan sejarah Gerakan Non-Blok serta negara pendiri dan peran Indonesia yang sangat luar biasa. Semoga menambah wawasan detikers! Simak Video "Cekrak-cekrek Berfoto di Depan Monumen Bersejarah, Bali" [GambasVideo 20detik] pal/pal
129513844847814905 1. Politik Luar Negeri Indonesia Masa Orde Lama. Pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno ini Indonesia terkenal mendapat sorotan tajam oleh dunia internasional. Bukan hanya keaktifannya dan juga peranannya di kancah internasional tetapi ide-ide serta kebijakan luar negerinya yang menjadi panutan beberapa negara pada saat itu.
GERAKAN NON BLOK Negara yang terlibat dalam GNB dan menghadiri KTT I yaitu Afghanistan, Aljazair, Arab Saudi, Burma, Kamboja, Sri Lanka, Kongo, Kuba, hingga Indonesia. Indonesiamenentukan sistem politik luar negeri bebas aktif. Prinsip kebijaksanaan Kegiatan yang dilakukan Gerakan Non Blok dalam bidang ekonomi, antara lain: a) ikut Kepercayaandiri Indonesia saat itu, kata Surya, juga ditunjukkan saat menjadi inisiator Gerakan Non Blok (GNB). Kala itu dunia dikuasai dua blok besar, yakni barat dan timur.
PendidikanPancasila dan Kewarganegaraan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.--. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. xii, 96. : illus. ; 25 cm. Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI ISBN (jilid lengkap) ISBN (jilid 2) 1.Pendidikan Kewarganegaraan -- Studi dan Pengajaran I. Judul II.
.
  • ro6gy67w5r.pages.dev/499
  • ro6gy67w5r.pages.dev/312
  • ro6gy67w5r.pages.dev/54
  • ro6gy67w5r.pages.dev/377
  • ro6gy67w5r.pages.dev/417
  • ro6gy67w5r.pages.dev/347
  • ro6gy67w5r.pages.dev/344
  • ro6gy67w5r.pages.dev/174
  • jelaskan mengenai kiprah indonesia dalam gerakan non blok